Tentang produk

Digital business yang ingin saya kembangkan adalah personal scanner yang sudah terakses dengan jutaan brand, store, bank, dan juga alat pembayaran seperti Visa, Mastercard, Paypal. Dengan personal scanner ini, kita dapat membeli barang yang kita inginkan dimana pun kita berada dan dimana pun benda itu berada.

Alat tersebut tentunya akan mencatat dan menyimpan biodata pemilik, beberapa alternatif alamat pengantaran, dan juga beberapa alternatif pembayaran. Tiap kali melakukan pembelian, kita tidak perlu mengisi biodata lagi karena sudah tersimpan secara otomatis. Nantinya, biodata pembeli akan dikirim via online ke toko dimana orang tersebut melakukan pembelian. Ke mana barang tersebut akan dikirim pun sudah tersimpan dan pengguna hanya perlu memilih alamat pengantaran yang ia kehendaki. Secara digital, alamat pengantaran akan terhubung ke store dimana kita melakukan pembelian. Selanjutnya, store yang menelaah lebih lanjut dengan jasa apakah barang yang kita pesan akan dikirim. Bisa saja store menggunakan jasa perusahaan shipping (untuk barang-barang dengan volume besar) atau jasa perusahaan pengiriman barang seperti Fedex, DHL, TIKI, JNE, dan lain sebagainya. Untuk pembayaran, personal scanner bekerja sama dengan ribuan bank yang tersebar di seluruh dunia, membangun mitra dengan perusahaan penyedia jasa kredit seperti Mastercard, Visa, American Express, dan perusahaan-perusahaan yang menyediakan jasa pembayaran lainnya. Dengan demikian, pengguna Personal Scanner tidak akan mendapat kesulitan dalam melalukan pembayaran. Pengguna hanya perlu memilih pembayaran manakah yang ia kehendaki, apakah cash (dipotong langsung dari rekening pemilik account), debit, atau credit.

Setiap personal scanner hanya akan mewakili 1 account saja, untuk alasan keamanan. Mengapa demikian? Karena Personal Scanner akan terakses dengan e-KTP pemilik account dan sebagai pengaman tambahan untuk sign ini memerlukan sidik jari pemilik account. Pengguna tidak perlu khawatir accountnya akan disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Contoh kasus

Misalkan saja, Paman Apiq sedang membaca majalah otomotif dan beliau tertarik membeli mobil Ferrari keluaran terbaru. Sayangnya, Ferrari tersebut baru di-launch di Amerika Serikat. Nah, dengan personal scanner hal seperti ini sudah tidak lagi menjadi hambatan. Paman Apiq hanya perlu menscan barcode yang terdapat pada gambar mobil Ferrari tersebut. Kemudian, halaman yang memuat berbagai informasi mengenai Ferrari tersebut akan terbuka. Halaman tersebut juga menampilkan informasi dan beberapa pilihan terkait proses pembayaran dan pengiriman barang. Di halaman inilah proses pembelian dan transaksi pembayaran akan dilakukan. Langkah selanjutnya, Paman Apiq hanya perlu memilih spesifikasi mobil, mengisi kolom quantity, menentukan alamat pengantaran, dan terakhir memilih alat pembayaran. Voila!! Kurang dari 1 bulan, Ferrari baru Paman Apiq sudah terparkir manis di halaman rumah beliau. Nilai plusnya lagi, birokrasi Indonesia yang rumit pun berhasil dihindari.

Dari mana datangnya ide ini?

Inspirasi menciptakan Personal Scanner muncul ketika sering kali saya melihat-lihat majalah, tertarik dengan suatu barang, tetapi karena barang tersebut hanya dijual di luar negeri dan sepertinya tidak di-shipping ke Indonesia, ya jadinya hanya menyukai dari jauh saja, tidak dapat membeli dan memiliki. Kalaupun bisa, prosesnya rumit dan susah. Jadi, saya pikir jika ada alat yang dapat membantu proses pembelian dan pembayaran dimana pun kita dan barang itu berada, rasanya akan sangat membantu sekali. Kalangan pebisnis pun rasanya akan senang dengan kehadiran alat ini, ekspor dan impor akan semakin mudah untuk dilakukan.

Hubungan kerja sama

Saya akui diperlukan hubungan kerja sama yang sangat luas agar Personal Scanner ini dapat menjalankan fungsinya dengan efektif dan efisien. Secara tidak langsung, majalah, koran, tabloid, brosur, dan media cetak lainnya akan menjadi katalog bagi para pengguna. Diperlukan ketersediaan media cetak yang bersangkutan memasang barcode pada setiap barang yang diiklankan.  Selain dari media cetak, Personal Scanner juga dapat menscan barcode yang terdapat di layar televisi, handphone, iPad, dan bahkan monitor computer pengguna. Lebih lagi, jaminan kemudahan bertransaksi memerlukan kerja sama dengan banyak bank dan tidak sedikit perusahaan penyedia jasa pembayaran di seluruh dunia. Jaminan keamanan dan kecepatan pengiriman barang juga  mengharuskan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan penyedia jasa pengantaran barang yang tersebar di berbagai penjuru dunia. Oleh karena itu, ketidakterbatasan mengharuskan adanya kerja sama besar-besaran antara Personal Scanner dan banyak perusahaan di dunia.

Prospek masa depan

Saya pikir, Personal Scanner sangat cocok digunakan ketika perdagangan bebas sudah benar-benar terjadi. Masa dimana letak geografis sudah tidak lagi menjadi batasan terjadinya suatu perdagangan. Masa dimana teknologi memang sudah siap dengan segala keterbukaan dan ketidakterbatasan. Masa dimana era digital memang berada pada puncaknya sehingga proses pencatatan, penyimpanan, serta pentransferan data tidak akan lagi mengalami hambatan. Masa dimana kecepatan jaringan sudah tidak lagi mengganggu jalannya kecepatan data.

Berikut business model dari Personal Scanner :

Advertisements