Satu semester mengikuti kelas Creativity and Innovation rasanya seru juga. Kelas Pak Apiq ini seimbang antara teori dan praktek. Setiap diajarkan teori baru, hari itu juga para mahasiswa diberi tugas yang berkaitan dengan teori tersebut. Yang paling saya senangi dari kelas ini, kebebasan berkreasi benar-benar diberikan oleh dosen dan tutor. Kelas selalu berjalan dengan menyenangkan, terasa santai, tetapi tanpa disadari tugas-tugas dikerjakan tepat waktu. Mungkin karena kita nyaman mengerjakannya jadi menyelesaikannya pun tidak terasa.

Ilmu pengetahuan yang saya dapat dari mata kuliah Creativity and Innovation, kebanyakan mengenai teknologi informasi, sistem informasi, dan teknologi digital. Selain itu, saya juga mendapat ilmu matematika dan logika berpikir dari games animasi yang dibuat Pak Apiq. Ilustrasinya sederhana tetapi lucu dan mudah dimengerti. Akhir perkuliahan, Pak Apiq banyak membahas bisnis, terutama dari segi strategi. Kami dilatih membuat business model dari produk yang sudah ada maupun produk ciptaan kami sendiri. Kalau boleh memilih, materi perbisnisan adalah materi yang paling saya sukai di kuliah CI karena paling dekat pengaplikasiannya dengan ilmu bisnis dan manajemen yang sedang saya pelajari di SBM-ITB.

Selain mendapat ilmu pengetahuan dan pengalaman, menurut saya, mata kuliah Creativity and Innovation juga membentuk soft skills. Soft skills apa sajakah itu? Yang pasti sesuai dengan judul mata kuliahnya, kreatif dan inovatif adalah 2 soft skills yang paling dilatih dalam kuliah ini. Kreativitas dan inovasi datang dari cara berpikir yang ‘out of the box’. Tak heran hasil tugas yang dipresentasikan di depan kelas terkadang seperti tidak masuk akal, yaa setidaknya untuk dilakukan saat ini. Begitulah prinsip ‘thinking out of the box’, tidak ada yang tidak mungkin, apa yang muncul di otak kita, rasional tidak rasional, diasumsikan dapat dilakukan. Kalau dipikir ulang, toh, memangnya orang zaman dahulu terpikir ada kendaraan yang dapat digunakan di udara (pesawat terbang, helicopter). Kalau bukan karena mereka berani berpikir out of the box, mungkin saja sampai saat ini tidak ada yang namanya pesawat terbang apalagi Airbuss dan jenis-jenis pesawat lainnya yang semakin hari semakin canggih saja. Dengan daya imajinasinya, Wilbur dan O. Wright mulai berpikir di luar kerangka berpikir mereka pada umumnya. Think out of the box, imajinasi, dan keberanian dilatih dalam mata kuliah Creativity and Innovation ini.

Tanpa kita sadari berlatih berpikir out of the box juga berarti melatih diri untuk berani mengemukakan ide dan pendapat diri kita sendiri. Berani di sini maksudnya tidak malu mengemukakan pendapat kita, betapa pun anehnya, betapa gilanya, betapa kekanak-kanakannya, atau bahkan betapa berimajinasinya ide tersebut. Berani untuk dikritik, ditertawakan atau bahkan dicemooh orang lain adalah soft skills yang harus dimiliki orang yang ingin sukses. Bagaimana mungkin orang yang sukses takut dengan idenya sendiri?  Secara tidak langsung, kelas Creativity and Innovation juga melatih keberanian mahasiswa mengemukakan pendapatnya. Pertama, ketika para mahasiswa sedang berdiskusi di dalam kelompok, tentu saja banyak terjadi pertukaran ide dan pendapat. Setelah ide terbaik terbentuk, selanjutnya ide kelompok tersebut dipresentasikan di depan kelas. Hal ini melatih mahasiswa dalam mengemukakan pendapat mereka di depan umum. Kemudian, percaya diri pun akan semakin terlatih. Menurut saya, soft skills yang telah saya sebutkan di atas, telah dipelajari dan dilatih dalam mata kuliah Creativity and Innovation.

Advertisements