Pada suatu zaman, seorang ratu yang tersohor karena kecantikannya sangat menyukai lelaki tampan bernama Muhammad. Diam-diam, ia menemui pujaan hatinya tersebut di sebuah gua. Tak disangka, Isaac Newton, suami sang ratu, mengetahui perbuatan istri tercintanya dan sangatlah murka dibuatnya. Isaac membangunkan raga Jesus dan memerintahnya membuntuti sang ratu. Dengan ogah-ogahan, Jesus bangun dan langsung melaksanakan perintah Raja Isaac. Eh, karena masih melindur, alih-alih pergi ke gua, Jesus malah mendatangi tempat dimana Budha bersemedi.

Budha yang sedang asyik bersemedi merasa terganggu dengan kedatangan Jesus. Ia tidak terima dan mengadu kepada Confucius, sahabatnya. Confucius tidak mau cari masalah, ia memilih bersikap netral. “Sudahlah, kita senam saja yuk, bareng-bareng Saint Paul juga”, ujarnya kepada Budha. Budha uring-uringan mendengar reaksi sahabatnya, kemudian ia berencana menenangkan diri dengan mendatangi Tsai Lun, designer baju favoritnya. “Hai Tsai Lun, buatkan aku baju kertas paling trendy di dunia ini!”, perintahnya. Tsai Lun tampak ketakutan mendengar nada suara Budha, tetapi ia tetap enggan membuatkan baju untuk pelanggan setianya ini. “Argggggggggh ada apa dengan dunia ini?!!!!!!”, keluh Budha. Dengan emosi yang semakin memunjak, Budha memutuskan menemui Johan Guttenberg dan mengajaknya balapan. Guttenberg yang sedang seru-serunya bergosip sembari menikmati cemilan bersama Christopher Columbus, kontan menolak ajakan Budha. Emosi Budha sudah sampai ke ubun-ubun, karena penasaran mengapa semua orang menjauhinya, ia pun mendatangi dukun tersohor masa itu, sesepuh Einstein. “Sesepuh, ada apa ini sebenarnya? Mengapa semua orang menjauhiku?”, tanya Budha. Sesepuh Einsten menjawab,”Ah, berisik kau anak kecil! Awak itu sedang sebel sama si Pasteur! Kau lagi datang hanya untuk mengadu!”.

Budha semakin kebingungan dengan semua kejadian yang dialaminya. Aha! Tercentuslah sebuah ide. “Baiklah, begini sesepuh, bagaimana jika aku selesaikan permasalahmu dan kau jawab pertanyaanku?”, tawar Budha. Einsten setuju dengan penawaran Budha, lalu ia mulai menceritakan permasalahan yang sedang dialaminya. “Ya, jadi begini anak muda, awak kesal sekali sama si Galileo Galilei itu, ia mendobelkan rahasia besar perdukunan abad ini! Dasar tak tahu malu!”, umpatnya. “Memangnya apakah rahasia besar itu, wahai seepuh?”, tanya Budha. “Ya, jadi begini, awak-awak ini, para dukun sepuh harus memakan timbel basi buatan Aristotle setiap jam 12 malam, ya untuk menambah kesaktian sajaaa..Hmm kalau kau bisa membuat Galilei tutup mulut, awak akan memberi jawaban yang kau inginkan!”kata Einsten dengan penuh kepastian.

Di perjalanan pulang, Budha terus menerus memutar otaknya dan tercetus ide yang menurutnya brilian. Ia mendatangi kantor Euclid dan memerintahnya menyebarkan fabel yang isinya menceritakan kebohongan Galilei, hmm yang sebenarnya fakta tersebut. “Kau harus melaksanakannya Clid, ini perintah Raja”, Budha berkata dengan sangat yakin. Mendengar kata raja, Euclid takut dan segera melaksanakan perintah Budha. Selepas dari kantor Euclid, Budha mengecek ketersebaran fabel tersebut. Ia menghampiri tukang mebel bernama Moses dan menanyakan apa yang ia ketahui tentang fabel yang sedang beredar di masyarakat. Jawaban Moses sesuai dengan harapan Budha. Belum cukup yakin, ia menghampiri tukang tambal ban bernama Charles Darwin dan menanyakan hal yang sama. Darwin pun memberikan jawaban serupa, layaknya Moses. Fabel palsu telah tersebar! Budha senang sekali dibuatnya.

Budha kembali mendatangi sesepuh Einstein yang saat itu sedang bersama istrinya yang hobi sekali memakai perhiasan bejubel, Shih Huang Ti namanya. “Bagus kali kerja kau, Bud!”, teriak Einstein girang. “Awak akan memberi janji awak. Jadi begini nak, orang-orang pada pegi menjauhi kau karna si Jesus itu sedang disuruh Raja membuntuti istrinya yang coba-coba berselingkuh. Orang-orang pikir kaulah selingkuhan Ratu dan mereka tidak mau mencari masalah dengan Raja”, sambung sesepuh Einstein. Budha tercengang mendengar penjelasan Einstein.

Mengumpulkan segenap keberaniannya, Budha pergi ke kerajaan untuk menemui Raja Issac. “Raja aku datang bukan untuk menentangmu, aku.. ak…akuuu tidak pernah berselingkuh dengan Ratu, wahai Raja. Label yang diberikan orang-orang kepadaku sepenuhnya salah, wahaaai.. wahaaai Raj.. Rajaa”,kata Budha dengan suara bergetar. “APA?! Jadi selama ini Jesus belum memenuhi tugasnya! Baiklah,aku memohon maaf untuk semua kesalahpahaman ini!” kata Raja. “Kau, Augustus Caesar, bersihkan segera label buruk orang ini dan cepat panggil Jesus untukku!” tambahnya. Dengan tergesa-gesa, Caesar mencari Jesus. Ia menemukan Jesus sedang enak-enak memakan sambel terasi buatan koki kerajaan, Nicholas Copernicus. “Heh, Jes, kau diperintahkan segara menghadap Raja Issac!”, kata Caesar. “Halah! Berisik sekali kau dan si Isaac ini! Aku ini Tuhan. Aku yang menciptakan kau dan juga si Issac! Sudah sana! Lebih baik di dapur saja deh menyantap masakan-masakan lezat Antoine-Laurent Lavoisier” kata Jesus dengan santainya.

Advertisements

Budi Rahardjo… Sounds familiar… Saya bertanya-tanya dalam hati siapa ya sebenarnya beliau ini, ko namanya sering kali terdengar? Ternyata beliau adalah pelopor .id yang sering kali kita ketik ketika menulis url, .id ini berarti halaman web yang kita tuju berasal dari Indonesia. COOL banget yaaa Pak Budi ini… Bertolak belakang dengan keahliannya dalam bidang teknologi informasi, beliau ternyata gemar bermusik dan menulis karya-karya sastra. Pak Budi masih sangat aktif dalam berbisnis, terutama bisnis-bisnis yang terkait dengan teknologi informasi.

Dari sharing di kelas Creative and Innovation kemarin, beliau mendeklarasikan dirinya sebagai globalisasi 3.3. Awalnya saya sempet bingung apa sih maksudnya globalisasi 3.3. Ternyata oh ternyata ini adalah penamaan dari aktualisasi diri Bapak Budi Rahardjo sendiri. Atau kata lainnya buah dari pencarian jati diri beliau selama ini. Pak Budi bilang seseorang itu mempunyai waktu 35 tahun untuk mencari tahu siapa diri mereka, nah kalau sudah lebih dari itu, yaaa bisa dibilang individu tersebut lost kali ya ahahahaha.. Balik lagi ke globalisasi 3.3, improvisasi dari globalisasi 3.0, dimana yang penting di sini adalah YOU alias diri kita sendiri, bukan warga negara atau tempat dimana kita bekerja. Masa bodoh apakah dia warga negara Inggris, Amerika, Zimbabwe, yang penting individunya! Tidak penting juga apakah ia bekerja di perusahaan multinasional sekelas Microsoft atau Shell, yang penting disini, sekali lagi, adalah individu itu sendiri! Intinya, create sesuatu yang sangat Anda atau Anda banget deh pokonya hehehe….

Seumur hidupnya Pak Budi ini tidak pernah melamar pekerjaan loh.. Ia hampir selalu ditawarkan modal oleh para investor. Kalau ditanya mengapa investor-investor tersebut percaya dengan kredibilitas beliau, Pak Budi sendiri bingung menjawabnya. Salah seorang investornya malah mengatakan “Kalau uang hilang bisa dicari, tapi kalau waktu yang hilang ga bisa balik lagi.” Lebih rugi kehilangan waktu daripada kehilangan uang. Pak Budi berpesan kita tidak boleh takut gagal. Di negara-negara ASEAN, seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, kegagalan dianggap aib, beda dengan di US. Di US, investornya lebih memilih entrepreneur yang pernah bangkrut daripada yang belum pernah gagal sama sekali.                                                                                                                                                                                                                                                                       Selanjutnya Pak Budi juga membahas kreatifitas dan inovasi dalam bisnis digital. Beberapa di antaranya :

Perubahan dari analog ke digital

Data digital dapat direproduksi dengan kualitas seperti aslinya, tetapi sebetulnya kualitas data analog asli lebih bagus dari data digital.

 “Most Important Technology of The Last 40 Years” versi Majalah IEEE Spectrum-November 2004

Integrated circuits – Internet – Computers

Semakin lama, perangkat menjadi lebih kecil, lebih cepat, dan lebih murah harganya.

Model bisnis baru

Freemium adalah model bisnis yang menawarkan layanan dasar gratis dan hanya mengenakan biaya premium untuk fitur khusus atau lanjutan sebagai strategi bisnisnya.

Long Tail merupakan model bisnis yang diciptakan oleh Chris Anderson. Strategi dari model bisnis ini adalah permintaan yang bermula tinggi dan lama-kelamaan menjadi sedikit tetapi stabil yang apabila diakumulasikan dalam waktu lama akan menciptakan volume penjualan yang signifikan.

The Long Tail Curve

 

Layanan berbasis teknologi

Possible due to high speed internet, computers, and storage.

 

Lalu, apa yang sudah kita lakukan sebagai mahasiswa Indonesia?

Pak Budi mengingatkan bahwa Bill Gates membangun Microsoft ketika berusia 19 tahun. Jika kita tidak dengan cepat memulai menciptakan bisnis model baru atau hal-hal kreatif lainnya, nantinya keadaan kita akan sama saja seperti sekarang ini. Kita bisa belajar dari Khan Academy, orang India yang mempost video berisi materi pelajaran di YouTube. Berawal dari mengajari keponakannya lewat Internet (karena jarak tempat tinggal mereka yang berjauhan) dan direkam kemudian dipost di YouTube, sekarang video-video Khan Academy telah mengajari 52.235.616 orang di dunia maya yang dapat dipastikan berasal dari segala penjuru dunia. Meskipun terlihat sederhana, orang India ini telah membuat perubahan positif bagi dirinya dan juga orang-orang lain. Salah satu video Khan Academy :

 

Lesson learned yang paling mengena dari Pak Budi adalah saat beliau berkata “Lakukan perkerjaan kita dengan hati”. Menurut saya, quote ini benar sekali. Kalau tidak dengan hati, manusia cenderung melakukan sesuatu setengah-setengah, hasilnya dijamin tidak semaksimal bila kita bekerja dengan sepenuh hati. Beliau juga mengatakan Indonesia dan bahkan dunia akan terus memerlukan orang-orang kreatif. Jangan mau menjadi zombie yang kerjanya hanya bangun-kerja-tidur-bangun-kerja-tidur. Nah, tetapi orang yang kreatif itu cenderung berujung depresi. Mengapa? Karena orang yang kreatif, sekalinya tidak dapat menciptakan sesuatu yang kreatif cenderung mudah untuk depresi. Yaa orang kreatif juga memerlukan kecerdasan emosi berarti ya hehe. Pak Budi juga mengatakan kita harus mengubah sistem pendidikan di Indonesia karena sistem pendidikan di sini malah membunuh kreatifitas para siswanya. Mungkin bisa dijadikan catatan penting bagi pemerintah, praktisi-praktisi pendidikan, dan orang-orang yang concern dan akan bergerak sepenuh hati di bidang edukasi. Pak Budi bilang ingat quote dari Picasso, “Good artists copy, great artists steal”. Apple saja ide awalnya tidak benar-benar original loh, tetapi perusahaan ini dapat menaikkan ide yang sudah ada sebelumnya menjadi lebih bagus sehingga laku di pasaran. Terakhir Pak Budi berpesan agar para mahasiswa antar fakultas saling bergabung dan melakukan brainstorming agar terlahir ide-ide kreatif yang baru.

“You don’t have to WORK the rest of your life, PLAY the rest of your life” - Budi Rahardjo

Bagi yang ingin mengenal Bapak Budi Rahardjo dengan lebih dalam buka saja:

http://budi.insan.co.id

http://gbt.blogspot.com

http://rahard.wordpress.com

PS : Pak Budi sengaja membuat blog wordpressnya dalam bahasa Indonesia agar orang-orang Indonesia lebih mendalami konten yang diberikan (juga supaya kita ga males bacanya kali ya hehehe) sehingga diharapkan orang Indonesia bisa lebih kreatif, tidak mengcopy dari yang sudah ada saja. Beliau berpendapat mengenerate konten secara lebih banyak lebih baik daripada memfilter suatu konten tertentu, ya sebut saja seperti usaha pemerintah kita saat ini memfilter porno grafi dan porno aksi di dunia maya.

Terdapat 5 level kreativitas, yaitu Existensial, Communicational, Instrumental, Orientational, dan Innovational. Masing-masing mahasiswa bisa saja berada pada level yang berbeda-beda. Misalnya saja opportunity dalam level Communicational adalah kreasi mahasiswa dalam bidang telekomunikasi dan juga IT. Manusia sebagai makhluk sosial pasti selalu berkomunikasi antara satu sama lain dan dapat dipastikan metode komunikasi manusia akan semakin berkembang dari waktu ke waktu. Masih ingat kah zaman dahulu manusia berkomunikasi melalui pager baru beberapa tahun kemudian diluncurkan handphone yang bentuknya masih seperti batu bata dengan harga yang sangat mahal. Aplikasi-aplikasi seperti skype, whatsapp, YM, MSN, terus berkembang guna mempermudah komunikasi antar manusia.  Sedangkan untuk inovasi sendiri, terdapat 4 level inovasi, yaitu inovasi teknologi, inovasi proses, inovasi produk/jasa, dan inovasi business model. Saya rasa di Indonesia ini, inovasi business model memiliki peluang yang bukan main banyaknya. Inovasi dalam bidang teknologi mungkin membutuhkan banyak alat-alat canggih yang kemungkinan besar belum dimiliki Indonesia. Inovasi proses mungkin membutuhkan research yang lebih lanjut. Inovasi produk/jasa mungkin membutuhkan biaya yang tidak kecil. Inovasi business model lah yang menurut saya paling sederhana dari segi faktor-faktor pembentuknya, hanya membutuhkan ide dan kreativitas! Terlihat sederhana tetapi sebenarnya sangat menguras otak mahasiswa. Business model yang kita buat tanpa modal apapun bisa kita jual kepada pihak yang membutuhkan. Dengan sekejap kita dapat memiliki penghasilan sendiri! Dapat dipastikan, untuk ke depannya mahasiswa dituntut untuk semakin berpikir kreatif karena era globalisasi sudah dan akan semakin berat untuk dihadapi, seperti kata Thomas L. Friedman dalam bukunya yang berjudul The World is Flat yang menceritakan tentang era globalisasi 3.0.

Mahasiswa Indonesia dengan akal pikiran, kreativitas, dan sumber dayanya yang berlimpah sangat mendukung inovasi-inovasi yang dapat mereka ciptakan. Tetapi satu penghambat mahasiswa Indonesia, support dari orang-orang di sekitar terkadang membuat kreativitas mereka tertahan dan menghilangkan opportunity yang mungkin didapatkan. Masih banyak orang tua Indonesia yang berpikiran konservatif. Misalnya saja, orang tua mengharuskan anaknya masuk fakultas kedokteran, padahal anaknya sama sekali tidak menyukai dunia medis dan sebenarnya mempunyai passion di bidang IT. Sangat berbeda bukan? Kasus seperti ini, sering sekali saya dengar di dunia nyata. Saya bersyukur karena kedua orang tua saya mendidik anak-anaknya dengan cara yang liberal tetapi tetap bertanggung jawab. Justru cara seperti ini membuat kami sebagai anak-anaknya,menghargai kebebasan yang diberikan dan dapat memilih apa yang kami sukai serta menjalankannya dengan senang hati. Walaupun apa yang menjadi pilihan kami tersebut tidak semuanya benar, justru itu menjadi pengalaman hidup yang berharga, bukan hanya sekedar kegagalan belaka. Selain orang tua, dukungan lingkungan sekitar, semisal universitas juga sangat berpengaruh. Sudah selayaknya universitas menjadi media berkreasi bagi para mahasiswa dalam menyalurkan ide-ide mereka. Menurut pendapat saya, universitas di Indonesia masih terlalu rigid dan konservatif dalam menjadi media kreasi para mahasiswanya. Rata-rata universitas-universitas di Indonesia, terutama universitas negeri, masih terlalu terikat dengan kepentingan pemerintah atau pihak yang berada di atas mereka. Pemerintah sebagai pengatur regulasi negara, terbukti sangat berpengaruh dalam kontrol kreativitas dan inovasi mahasiswa. Sering kali, ide brilian mahasiswa ‘dikekang’ karena dikhawatirkan dapat menjadi boomerang bagi pihak pemerintahan. Jika kita ingat-ingat lagi kejadian tewasnya salah satu mahasiswa Indonesia di Singapura secara tiba-tiba, disinyalir memang merupakan kematian ‘yang disengaja’, bukan sekedar jatuh dari lantai atas seperti yang banyak diberitakan media massa. Diberitakan bahwa anak tersebut berhasil membuat sistem IT yang ternyata membongkar rahasia negara Singapura dan ini dianggap sebagai ancaman besar bagi kestabilan negara tersebut. Saya yakin kejadian seperti ini pasti pernah pula terjadi di Indonesia, mungkin tidak sampai terjadi pembunuhan. Pointnya adalah memang harus ada batasan mengenai kreasi dan inovasi apa saja yang dapat diciptakan seorang mahasiswa, tetapi bukan berarti dengan cara mengekang kebebasan berkreasinya.

Solusi-solusinya yang dapat dipertimbangkan adalah dengan membuka pikiran orang tua zaman sekarang terhadap dunia dan anak-anak mereka, menyadari bahwa peranan mereka dalam pembentukan karakter anak-anak mereka sangatlah besar.

Universitas diharapkan membuat lebih banyak media berkreasi bagi mahasiswa. Bisa yang besifat formal maupun non formal, edukatif ataupun sosial. Yang pasti mahasiswa dapat menyalurkan ide-ide mereka dalam aktivitas-aktivitas yang positif.

Lebih lagi peranan pemerintah. Pemerintah sebenarnya memegang kendali yang sangat kuat dalam masa depan generasi muda. Bagaimana jika kegiatan-kegiatan kenegaraan banyak melibatkan pemerintahan? Misalnya saja, mahasiswa yang menyukai hewan dan mencintai lingkungan, dapat didaulat sebagai duta-duta bangsa yang bertugas melindungi flora flauna langka Indonesia dan melestarikan alam Indonesia yang indah. Pada akhirnya, para mahasiswa ini akan mengeluarkan kreativitas berpikirnya dalam menjalankan tugas mereka, dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada, dan dalam membangun Indonesia menjadi negara maju. Contoh lain, bagi mahasiswa yang berkuliah di bidang pariwisata atau mungkin mempunya hobi travelling, bisa saja didaulat menjadi duta bangsa untuk membuat perencanaan pengelolaan daerah pariwisata Indonesia bagi turis asing dan domestik. Bagaimana mereka dengan caranya yang ‘fresh’ dapat memberikan kontribusi nyata agar Indonesia dikenal di mata dunia.

Kesimpulannya, KEBEBASAN adalah kunci utama dari berkembangnya kreativitas dan inovasi para mahasiswa. Lebih tepatnya, kebebasan yang bertanggung jawab. Jika diberi kebebasan seperti ini, seharusnya mahasiswa dapat menggunakan kebebasan bertanggung jawabnya tersebut dengan sebaik mungkin. Di lain sisi, orang tua, universitas, pemerintah, serta pihak-pihak lain yang dapat mendukung kreativitas manusia juga harus mulai percaya bahwa mahasiswa dapat menggunakan dengan baik kebebasan yang akan diberikan kepada mereka.

Salah satu inovasi yang sangat penting dalam imajinasi saya adalah telefon genggam hologram. Telefon ini tidak berwujud secara fisik tetapi tetap bisa disentuh. Ya, seperti di film Iron Man, Tony Stark memasang setiap ruangan di rumahnya dengan teknologi hologram. Tidak cuma telefon, tetapi bahkan menggunakan teknologi hologram untuk segala keperluannya. Contoh yang lebih nyata adalah iPhone 5 yang akan segera dirilis dalam waktu dekat. Fitur-fitur dari iPhone 5 seperti holografik keyboard digunakan untuk mengetik dengan menarik dari monitor dan keyboardnya bisa diperbesar. iPhone 5 juga memiliki fitur menonton film atau video dengan memprojekan layar di atas telefonnya. Penggunaan teknologi hologram merupakan perkembangan teknologi yang sangat luar biasa. Jika telefon hologram diciptakan saya berharap telefon hologram memiliki fitur-fitur seperti video call yang dapat digunakan tanpa harus memegang telefonnya dan bisa digunakan dimana saja, bisa dilipat rata dengan telapak tangan hingga sangat tipis sehingga dapat dipegang dengan hanya menggunakan 2 jari, serta tidak ada penggunaan pulsa untuk menelfon dan sms. Penemuan telefon hologram ini dapat menjadi sesuatu penemuan terbesar yang merubah cara berkomunikasi untuk lebih baik.

Saya juga mengimajinasikan mobil terbang sebagai salah satu inovasi transportasi yang sangat luar biasa. Memang sudah beberapa saintis menciptakan mobil terbang tapi belum sempurna. Dengan mempunyai beberapa sayap yang dipasang di mobil dan badan mobil yang hampir berbentuk pesawat, mobil terbang ini menggunakan avtur dan juga membutuhkan jalanan yang lebih besar untuk take off dan landing yang berarti dibutuhkan perubahan pada hal lain seperti infrastruktur suatu daerah dan sebagainya. Dalam imajinasi saya, mobil terbang itu seperti mobil biasa tapi dengan beberapa modifikasi. Misalnya, cara bekerjanya menggunakan daya magnet bumi supaya mudah untuk menerbangkan mobilnya tanpa harus diakselerasi. Mempunyai sistem anti radiasi elektromagnetik agar tidak mengganggu orang-orang yang menggunakan barang elektronik ketika mobil tersebut terbang dengan ketinggian yang rendah. Mengontrol mobil terbang dengan steer pesawat yang memudahkan si pengemudi menggerakan mobil tersebut secara bebas saat take off, di udara dan mendarat. Layaknya mobil biasa, mobil terbang tetap menggunakan roda yang berguna untuk mengemudi di daratan dan juga di perairan. Ketika water mode, roda akan otomatis melipat 180 derajat dan berputar seperti biasa sebagai pendorong mobil agar mobil tersebut dapat bergerak di air.

Lebih lagi, saya pernah membayangkan sebuah kota yang melayang di udara. Kota itu melayang karena ada magnet-magnet di bawah permukaannya yang di lapisi dengan tanah sehingga terlihat seperti bagian bumi yang melayang di udara. Kota melayang itu mempunyai gabungan bangunan-bangunan yang selaras dengan alam buatannya yang eksotis seperti adanya bangunan zaman romawi kuno dengan design yang futuristic berlatar belakang hutan tropis kecil. Kota tersebut menjadi tempat diadakannya pesta besar-besaran seperti beer fest, full moon party dan juga menjadi tempat penyelenggaraan acara resmi seperti pernikahan, konferensi dan lain-lain. Kehidupan yang serba 24/7 disana membuat semua orang dari penjuru dunia datang menikmati suasana kota tersebut. Saya berfikir bahwa Floating City ini adalah salah satu tempat yang semua orang ingin kunjungi sehingga kota tersebut bisa menjadi sebuah inovasi yang unik untuk pariwisata, pengadaan events serta acara-acara resmi lainnya.

Mengapa perlu kreatif?

Era globalisasi dan perdagangan bebas menyebabkan persaingan antar individu semakin kuat. Terkadang persaingan tersebut berjalan secara tidak sehat. Individu yang benar-benar hebat adalah mereka yang dapat bersaing dengan ide dan originalitasnya. Ide kreatif dan originalitas karakter adalah 2 kunci fundamental, menurut saya. Mengapa? Alasannya adalah kreativitas dan karakter seseorang tidak dapat dicuri atau diduplikasi dari dirinya oleh orang lain. Ide kreatifnya mungkin saja dicuri orang lain, tapi orang kreatif pasti melahirkan ide-ide baru yang belum sempat terpikirkan pihak lawan. Otak orang kreatif selalu berkata “inovasi….inovasi….inovasi”, tidak pernah ada kata mati untuk inovasi.

Karakter seseorang TIDAK mungkin ditiru. Karakter terbentuk dari lingkungan, pengalaman, prinsip hidup, dan hal-hal personal lainnya jadi antara satu individu dengan individu lainnya pasti berbeda. Secara tidak langsung, karakter adalah pembawaan diri yang terbentuk dari kecil. Karena itu, karakter tidak dapat dipaksakan, bisa dibilang terbentuk secara alamiah. Rasanya tidak mungkin ada orang bisa memaksakan karakter yang diinginkannya untuk orang lain atau bahkan untuk dirinya sendiri. Sekali pun seseorang mengidolakan orang lain dan ingin mempunyai karakter seperti idolanya tersebut, tetap saja tidak akan 100% sama. Karakter itu ORIGINAL.  Walaupun tidak semua karakter yang ada di dalam diri kita sudah bersifat positif, tetapiiii karakter sangat bisa dibentuk! Saya selalu berprinsip ‘be the best version of ourself’.

Sosok paling kreatif?  Mengapa?

Bagi saya, sampai saat ini, sosok paling kreatif di dunia adalaaaah Steve Jobs. Steve Jobs selalu menciptakan inovasi-inovasi baru yang disukai banyak orang. Mouse, iPod, iTunes, iPhone, iPad adalah rangkaian inovasi-inovasi yang telah kita lihat semasa hidupnya.

Perusahaan paling kreatif?  Mengapa?

Apple! Begitu mendengar kalimat perusahaan paling kreatif, yang pertama terlintas di benak saya adalah Apple. Produk-produk yang dihasilkan perusahaan ini bisa dibilang unik dan berbeda dari produk Microsoft, IBM, dan perusahaan-perusahaan lain yang bergerak di bidang yang sama. Sebentar lagi Apple akan mengeluarkan iPhone 5, yang menurut saya sangat unik dan menarik. iPhone ini difituri teknologi hologram. Jadi, dengan menggunakan iPhone 5, kita dapat menonton hologram Youtube ataupun tayangan lainnya yang terproyeksikan keluar dari layar handphone. Sama halnya dengan keypad yang juga sudah dibuat menggunakan teknologi hologram. Pengguna bisa menarik keluar keypad dari monitor handphone dan mengetik di luar layar tersebut.

Inspire! Satu kata setelah ikut kelas creativepreneur with Ridwan Kamil. Sejak pertama dapet kuliah guest lecture beliau di mata kuliah Entrepreneur, saya langsung jatuh hati dengan originalitas dan kreativitas beliau. Nah, jadi semangatlah saya pas tau bisa dapet kuliah dari beliau lagi, ditambah kali ini bertema creativepreneur. Walaupun kuliahnya hari Sabtu jam 10 pagi (dimana biasanya libur dan pasti masih santai-santai di depan TV), berangkatlah saya ke Comlabs ITB demi mengikuti kuliah tersebut dan Alhamdulillah kuliahnya ‘berisi’ dan sangat menginspirasi. Berikut lesson learned yang saya dapet dari kuliah tersebut :

Kunci sukses seorang creativepreneur : Talent, Tolerant, Technology

The Future Will be Ruled by Right Brainer –Daniel Pink

Dalam global crisis seperti sekarang, banyak perusahaan besar dunia yang terancam collapse. Menurut Ridwan Kamil, sebaiknya para generasi muda Indonesia mulai berpikiran untuk membuka small innovative enterprise yang income dan profitnya bisa menyamai big fat coorporation. Apalagi didukung oleh banyaknya sumber daya manusia di Indonesia, sekitar 240 juta jiwa.

Being creative entrepreneur :

  1. Innovative thinking & innovating outside the box
  2. Risk taker (calculated)
  3. Visionary (setting achieveable goals)
  4. Strong leadership (setting example, motivating others)
  5. Problem solver (know exactly how to get there)
  6. Agent of change (in developing world)

How to start ?

1. Observe. Bagaimana? Dengan cara membaca dunia. Hanya orang yang pergaulannya luas yang bisa melihat berbagai macam peluang. Sekarang ini peluang-peluang bisa didapat dari social media, membaca buku, travelling, dan tentu saja memperbanyak networking.

Imagination is the soul of creativity

Who’s your city? What does it mean?
Telah menjadi tren masyarakat dunia saat ini, melihat peluang dengan cara menentukan di kota mana mereka akan berbisnis, bukan memulai suatu bisnis di kota mana. Jadi, mulailah berpikir di kota X membuat bisnis Y, bukan membuka bisnis X di kota Y.
2. Select. Memilih bisnis yang kita ingin dan mampu jalankan. Untuk bisnis di bidang Creative Economy, terdapat beberapa kategori, antara lain :
  • Advertising
  • Architecture
  • Arts & Antiques
  • Crafts
  • Design
  • Fashion (menurut majalah Swa, market share di Indonesia mencapai 7 triliun Rupiah)
  • Film & TV
  • Interactive leisure
  • Product

Creative Business dapat dibagi menjadi :

  • Creative service
  • Creative product

Menjadi kreatif tidak harus selalu menciptakan produk yang benar-benar baru, tetapi juga bisa menambah value pada produk yang sudah ada. Maka dari itu produk kreatif dibagi dua golongan : brand new product dan added value product

3. Think different. Bagaimana caranya? Dengan mencari perspektif di luar kebiasaan.

Misalnya saja, tren bisnis saat ini cenderung menciptakan cerita dalam suatu produk. Customer biasanya lebih tertarik membeli produk yang mempunyai ‘kisah’ di belakang pembuatan atau penjualannya. Ridwan Kamil sendiri berhasil membuat lampu yang dibuat dari botol-botol bekas You C 1000 menjadi sangat laku. Selain memang karna design dan material produknya yang sangat kreatif dan inovatif, ternyata beliau bekerja sama dengan Yayasan Kanker Payudara Indonesia. Jadi, membeli lampu tersebut sama saja dengan menyelamatkan 2 wanita yang terkena kanker payudara. ‘Cerita’ ikut andil dalam penyelamatan penderita kanker payudara lah yang semakin mendorong ketertarikan konsumen dalam membeli produknya.

4. Making plan. Membuat perencanaan yang sesuai dengan pencapaian target bisnis kita.

5. Scalable. Bisnis yang kita buat harus dapat diukur besarnya, jangka waktu pengembalian modal, pencapaian profit, dan lain sebagainya.

6. Design/technology. Buat diferensiasi produk dari segi desain maupun teknologi. Design excellence = better economic prospect

7. Networking. Perluas jaringan networking kita mulai dari sekarang.

8. Innovative marketing. Penting dalam menghadapi kompetisi bisnis.

In the end ………………….

THE FUTURE BELONGS TO CREATIVE ENTREPRENEURS!

Begitu mendengar kalimat negara paling kreatif dan inovatif di dunia, langsung terbayang di  otak saya……..Jepang. Walaupun, belum lihat langsung dengan mata kepala sendiri, tapi cerita-cerita sepupu dan sahabat saya yang pernah tinggal di sana selama sebulan lebih, membuat saya semakin kagum dengan negara tersebut. Saya takjub dengan bagaimana pemerintah Jepang menghadapi bencana alam yang sering melanda negaranya. Selain karna sudah terbiasa, pemerintah Jepang siap siaga menghadapi kemungkinan terjadinya gempa bumi, tsunami, dan taifun. Masyarakat selalu diberi peringatan yang jelas sehingga tidak terjadi kesimpangsiuran. Tanda peringatan dibagi ke dalam 3 tahap, yaitu Level 1, 2, 3, Attention yang berarti Level 4, dan Warning yang berarti Level 5. Peringatan Level 1, 2, dan 3 biasanya dipasang pada ujung kanan atas TV. Jika gempa sudah mencapai tahap Attention, TV akan segera menyiarkan berita-berita yang menunjukkan bahwa gempa tersebut sudah mencapai tahap Attention. Kalau sudah mencapai Warning, sirine-sirine mulai dibunyikan dan pemerintah pusat akan mengirim sms ke handphone setiap penduduk di Jepang. Selain itu, mall dan tempat-tempat publik lainnya akan memberikan pengumuman bahwa para pengunjung tidak diperbolehkan keluar dari gedung tersebut sampai peringatan berubah menjadi Attention kembali. Sering kali peringatan berubah dari Warning ke Attention dan Attention ke Warning hanya dalam jangka waktu beberapa menit saja. Itu berarti pemerintah selalu mengupdate sudah sejauh mana bencana alam tersebut dapat membahayakan warganya dalam setiap menitnya. Dan jika tanda peringatan sudah berubah menjadi Warning, masyarakat dihimbau untuk tetap tinggal di dalam ruangan dan bersembunyi di bawah meja ketimbang berlarian ke luar ruangan karna dikhawatirkan ketika sedang berlarian ke tempat terbuka, mereka malah terkena pecahan kaca. Sepupu dan sahabat saya pernah mengalami langsung ketika taifun level Warning tiba, jalanan menjadi kosong dan tempat-tempat umum seperti mini market ramai bukan main. Masyarakat sudah tidak panik lagi dan dapat dengan teratur melakukan himbauan pemerintahnya sehingga jatuhnya korban bencana dapat sangat diminimalisasi. Karena sistem informasi yang sudah sangat terstruktur inilah, masyarakat selalu terupdate tentang sudah seberbahaya apakah gempa yang sedang mereka alami. Menurut saya, ini merupakan contoh nyata penggunaan sistem informasi yang efektif dan inovatif.

Lebih lagi, Jepang identik dengan teknologi-teknologi mutakhir yang mereka ciptakan. Yang ingin saya ulas adalah robot-robot yang mereka ciptakan. Entah mengapa orang-orang Jepang ini tergila-gila dengan robot dan mereka banyak berinovasi dalam pembuatan robot-robot tersebut. Yang paling saya kagumi, berhubung dulu saya ingin mengambil kuliah kedokteran, sekolah kedokteran di Jepang memakai robot sebagai objek percobaannya. Universitas lain biasanya hanya menggunakan boneka ketika melakukan praktek pembelajarannya. Sebagai contoh, dalam praktek pembelajaran proses persalinan, para mahasiswa benar-benar membantu kelahiran bayi yang dikandung robot wanita. Gerakan robot wanita tersebut dibuat semirip mungkin dengan gerakan wanita yang sedang mengalami kontraksi kehamilan. Inovasi ini benar-benar membantu mahasiswa dalam proses pembelajaran, bukan?

 

 

Selain itu, penduduk Jepang membuat saya terkagum-kagum akan kecintaan dan kebanggan mereka terhadap budaya bangsanya sendiri. Umumnya, mereka tidak banyak terpengaruh oleh budaya Barat yang sekarang menginvasi dunia. Kalaupun ada budaya Barat yang mempengaruhi, ini tidak membuat idealisme akan budaya aslinya berkurang. Jadi tidak heran kalau banyak masyarakat Jepang yang tidak bisa berbahasa Inggris, padahal Jepang adalah negara maju! Bahkan pegawai di tempat transportasi publik pun ada yang tidak mengerti ‘train’ adalah bahasa Inggris dari kereta, padahal mereka bekerja di tempat jasa transportasi kereta. Hebatnya hal ini tidak membuat negara mereka mundur tetapi malah semakin maju. Negara maju manapun belum ada yang bisa mengalahkan Jepang dalam kestabilan mata uangnya. Terbukti ketika baru-baru ini tsunami melanda Jepang, kurs Yen terhadap mata uang lainnya tidak melemah, tetapi menguat!

Harajuku

Kimono

Ikebana Flowers

Sushi